8. Sep, 2016

Teks

.PERLAWANAN PALARANTE DAN MAHASURI
OLeh ;Wahyudin Tangurante Sdb


sebelum belanda menguasai Wilayah Biromaru pada umumnya dan sigi pd Khususnya sktr thn 1800-an beliau diangkat sebagai Madika Malolo bersama Ipar skaligus saudara beliau PALARANTE yg diangkat sbagai Madika Matua oleh seluruh Dewan Adat dan Todea di Wilayah Biromaru pd Umumnya dan Raranggonau serta Tompu pada Khususnya,,utk dikedua Wilayah tsb beliau biasa dipanggil Toma Sambite/Tupu Dae Rida,,wkt belanda ingin menguasai beliau bersama Ipar Beliau sgt menentang agresi belanda dgn membentuk blokade penyerangan dan pertahanan di pegunungan Raranggonau dan Tompu ,,mrk menyerukan kpd seluruh masyarakt di pegunungan tsb agar tdk pernah Tunduk kpd Belanda shg dari kesepakatan bersama tsb keluarlah semangat mereka dgn semboyan yg sangat terkenal yaitu Malei Ra Mabubu, Mabula Buku, Ratimbe Kana Kupomate Ngataku,,kemudian secara kecil-kecilan pasukan mereka bekerjasama dengan Karanja Lemba melakukan penyerangan2 ke Pos2 Belanda yg ada Di wilayah Biromaru dan Sigi pada Khususnya,,akibat dri penyerangan2 mereka maka Pimpinan Belanda memerintahkan Magau untuk menangkap kedua Tokoh tersebut karena membuat masyarakat memberontak ,,maka diutuslah saudara beliau untuk membujuk MAHASURI dan PALARANTE agar menyerah,,akan tetapi sebelum utusan tiba di pegunungan pasukan kedua tokoh tersebut sudah menyerang pasukan belanda dengan sumpit dan guma yg terhunus shg saudara kedua tokoh tersebut menjdi tumbal dari perang tsb Tubuh raganya sampai saat ini tidak diketemukan dan hanya Jantung/Sule yg diantar pulang oleh pasukan dan kaki tangan belanda yg telah kalah dlm perang di pegunungan tsb dan jantung tsb di serahkan kepada Magau di Biromaru bahwa Tolare di Raranggonau dan Tompu tdk akan tunduk kpd Belanda maupun kpd Pemimpin yg mereka angkat dan resiko yg akan ditanggulangi sama dengan Jantung tsb,,,akhirnya dengan liciknya belanda mencari2 cara bgmna menangkap kedua tokoh tsb utamanya MAHASURI maka melalui utusannya menyampaikan kpd MAHASURI bhw istrinya sedang sakit di Boya Lenta tepatnya di Mpanau perbatasan Petobo dan Biromaru maka karena kekawatiran tsb beliau datang,,pd saat beliau memandikan Kuda di Buvu Bonga maka belanda dgn serdadunya mengepung dan menangkap beliau selanjutnya beliau di bawa kerumah Magau dan disana rupanya Ipar dan Saudara Beliau PALARANTE beserta KARANJA LEMBA Sdh ada di Sana ,,pada saat mereka akan dibawa ke donggala tepatnya di Tugu Biromaru sekarang maka datanglah saudara beliau LASATANDE menyerang serdadu belanda dan ingin membebaskan kedua saudara dan Keponakannya,,krn tdk seimbang maka LASATANDE ditangkap dan di bawa bersama mereka di asingkan ke SUKABUMI kejadian ini tahun 1902,,dari tertangkapnya MAHASURI dan PALARANTE maka perlawanan RARANGGONAO, TOMPU dan Biromaru dikuasai olehBelanda,setelah beberapa lama di SUKABUMI ketika terjadi kesepakatan Masyarakat Di Sigi dengan belanda agar memulangkan Tokoh2 mereka maka Belanda hanya memulangkan KARANJA LEMBA dan Saudara/Ipar Beliau PALARANTE sedangkan beliau tetap di Tahan diSukabumi karena merasa tidak terima atas kesepakatan tersebut maka beliau melarikan diri dari Tahanan di Sukabumi dgn menitipkan ZIGAnya kpd saudaranya agar ZIGA tersebut di perlihatkan kepada Todea bhw beliau masih hidup dan tetap berjuang sesuai semboyan yang beliau ucapkan,,,hingga akhirnya dipelarian beliau tepatnya di Jabung Kab. Probolinggo Beliau meninggalkan situs ditempat tsb sebuah sumur yg saat ini msh dijaga oleh juru kunci yg menjaga tempt tsb begitu jg makam beliau yg saat sekarang masih mempunyai juru kunci juga,,