8. Sep, 2016

Teks

LELO NTASI

Oleh Matt Slegean

Lelo ntasi atau yang dikenal sekarang teluk palu menyimpan banyak potensi salah satunya potensi sejarah. Dahulu sekitar abad ke 9 dan ke 10, air laut sudah mulai perlahan - lahan ke arah utara menuju laut lepas meninggalkan arah selatan bangga dan pakuli (sekarang). Jdi sisa air laut hanya berada di teluk dari tanjung karang menjorok masuk sampai lere dan besusu, sebab itulah orang tua tempo dulu menyebutnya lelontasi. Diumpamakan ekor saja air laut itu mengisi teluk dan teluk inilah dikatakan ekor. Diteluk palu ini jga pada tahun 1888 tepatnya hari sabtu di bulan juni terjadi peristiwa yang sangat heroik yang melibatkan rakyat dari kerajaan palu, dolo dan kayumalue yg merupakan bagian dri wilayah kerajaan dolo dipimpin oleh para magau dan tadulako dri masing2 wilayah untuk melawan belanda, dimana pada saat itu dikenal dengan "kapapu nu kayumalue" atau perang kayumalue. (Sumber buku kisah juang seputar tanah kaili. Penulis dg mangesa datu palinge). Pada tahun 1938 maaf klo sya keliru terjadi peristiwa tsunami di teluk palu ditandai dengan kaombona atau tanah runtuh, dan mungkin masih banyak lagi peristiwa2 bersejarah yg masih tersimpan di balik keindahan teluk palu ini.