8. Sep, 2016

Teks

KEPALA KAMPUNG TALISE ITU BERNAMA JABI (YABI)
sebuah transliterasi dari peristiwa Oktober 1944

pekik "NIPPON WA TOINDOZIN TO OSI DESUNE" yang berarti Nippon dan Indonesia harus selalu bersahabat seakan menjadi propaganda pasukan jepang guna mendapat simpati dari kaum pribumi indonesia ,nippon sangat menyadari bahwa kedekatan gegografis keduanya niscaya menjadi roh pemersatu dalam menghalau pasukan sekutu yang telah berhasil menggoyang kedigdayaan nippon di tanah kaili melalui serangkaian serangan udara yang langsung menghantam kekuatan udara mereka di tanah MASOVU .
di suatu petang Oktober tahun 1944 seseorang dalam perjalan pulang dari desa sambo singgah sejenak di kediaman DATUPALINGE di kaleke,tak ada yang istimewa disana kecuali suasana kebatinan melalui pemberian sebuah cinderamata berupa kain sebesar 2x3 cm berwarna merah dan putih,oleh sang kepala kampung pemberian itu disimpan (baca: disembunyi)dalam lipatan songko hitam yang selalu dipakainya.
dikemudian hari ,cinderamata yang tesembunyi dalam songkok sang kepala kampung menjadi alasan jepang untuk menyiksanya besama seseorang yang disebutkan bersuku sanger...kaki mereka diikat bak seekor kambing potong lalu di ditutupi daun kelapa kering untuk kemudian dibakar...tetapi alhamdulillah tuhan berkehendak lain,.....tenyata semangat kemerdekaan mendinginkan panasnya daun kelapa yang terbakar ,walaupun baju keduanya ikut terbakar tetapi semangat untuk merdeka tetap membara dan bergelora. sang kepala kampung talise yang disebutkan bernama JABI (YABI) bersama kawannya selamat dari peristiwa tsb.
( cerita ini dituliskan kembali dari buku karya Daeng Mangesa Datupalinge ,Kisah juang tanah Kaili,1985 hal.93-95)...photo : Kantor kepala kampung Talise bersama kepala kampungnya