11. Sep, 2016

Teks

PALOE
SAMENGESTELD DOOR DEN TOPOGRAFISCHEN DIENST 1939
[DISIAPKAN OLEH DEPARTEMEN TOPOGRAFI 1939 ]
 
Melihat Peta ini memberi banyak gambaran kepada kita tentang keadaan kota palu di tahun 1939, jalan-jalan penghubung antar daerah digambar secara jelas, bahkan ada beberapa daerah yang masih tertulis kemudian hilang ditelan sejarah ,lihat saja Wunta [baca ;Vunta] merupaka daerah di kampung besusu yang saat ini diperkirakan seputar Jln.tadulako,kemudian Malino yang saat itu kemungkinan masih berpenduduk dan saat ini daerah Malino hanya kita dengar dari penuturan orang tua dalam tuturanya diIdentifiasi sebagai kampung Tua sejaman dengan Marima,layjango,Sidima,dll.
 
kemudian ada beberapa daerah yang penyebutannya disebutkan juga dalam beberapa istilah misalnya Tondo dujoe disebut sebagai kalondjona,kemudian kawatuna juga disebut Petosi ,dalam peta tsb juga menunjukan posisi dermaga Limbuo di daerah talise .
 
 daerah lainnya disebutkan secara pasti dan hampir sama seperti sekarang hanya berbeda pada ejaanya saj seperti, loloe[lolu],bone tatura [Tatura],tinggede,tatanga,paloepi, bahkan Oentira  juga disebut dalam peta tsb.