12. Sep, 2016

Intimidasi sejarah

Dilansir di fajaronline.com, kunci brankas ruangan tersebut diketahui dipegang oleh Raja Gowa ke-37, Andi Maddusila Andi Idjo. Pemerintah Kabupaten Gowa menganggap bahwa yang bersangkutan tidak sah sebagai pemegang kunci karena tidak mendapat rekomendasi dari pemerintah Gowa.
Gembok ruangan penyimpanan pusaka kerajaan dibuka paksa dengan menggunakan mesin pemotong. Pembongkaran paksa itu mendapat persetujuan beberapa pihak sebagaimana tercantum dalam berita acara. Mereka yang bertanda tangan dalam berita acara tersebut adalah Kepala Inspektorat Gowa Chaerul Natsir, Kepala Badan Satpol PP Alimuddin Tiro, Ketua Komisi I DPRD Gowa Andi Muh Yusuf Harun, dan Lettu Santoso S (Pasintel Kodim 1409 Gowa).
Brankas penyimpanan pusaka juga dibongkar untuk mengambil semua pusaka kerajaan karena akan digunakan untuk pengukuhan Adnan sebagai ketua Lembaga Adat Daerah Kabupaten Gowa. Dalam Perda yang diterbitkan, jabatan ketua Lembaga Adat ini disetarakan dengan pemangku adat tertinggi kerajaan yang dalam tradisi kerajaan Gowa disebut Sombayya (yang disembah).