13. Sep, 2016

Teks

KAYORI RADJAMAILI

 [ peristiwa pencongkelan "Siga" Kolomboy  Di Labuan  ]

Terlahir  dengan watak keras dan sangat membeci segala bentuk penindasan berupa kolonialisme Magau Radjamaili atau Mangge Risa sangat ditakuti lawan-lawan politiknya Baik dalam adat Pun dalam Kerajaan Palu.pada tulisan tokoh adat Ka'a malue  [baca ;Kayu Malue ] Pak Amir lasimpo berjudul KUMBILI TEMPO DOELOE ,KAYU MALUE MASA KINI Jilid 2 halaman 70, dikisahkan  Suatu peristiwa  Dramatis yang dialami Sang Magau Keras kepala [Julukan Belanda kepada beliau ],di tahun 1886 pada saat acara penyabungan ayam di labuan [saat pemerintahan beliau kerajaan palu berpusat di Labuan ] , Ayam  yang berlaga merupakan ayam  jago beliau melawan Ayam andalan Raja Kolomboy dari Todjo.

Pada saat akan  menyabung, sang Raja Negeri seberang tersebut  memiringkan Siga yang dipakainya,alhasil sikap tsb dianggap oleh Mangge Risa sebagai sikap merendahkan lawannya ,dikisahkan beliau langsung meluruskan siga lawannya dengan Kerinya [ keris khas suku kaili ]  sehingga Siga lawannya jatuh,saat itulah  Radajamaili mengucapkan sebuah kayori ;

" Ulika ritu vega nto Mbaso Ada,Domo  Monia,Rampadupanamo,racobammo lalesaka Bone,Siko manumu,mubula tajimu,aku aga sisikubotoni Batu Lapa  Nonturo Ri kadana"

artinya ; ' beritahu sahabatmu  di situ yang  besar adatnya, tidak usah  berniat dan berencana,silahkan berbuat apa maunya,silahkan turun ke gelanggang pasir,  bawa Ayammu dengan memasang taji ,aku hanya  mengandalkan sisi yang kuat Ayamku"

dalam tulisan Amir lasimpo dihalaman selanjutnya mengisyaratkan  bahwa insiden dalam Acara sabung Ayam tersebut menjadi salah satu dari sekian peristiwa yang mencetuskan  pecahnya Kagegere Kapapu Nu Kayumalue di tahun1888.