14. Okt, 2016

MAGAU IDJASA

MAGAU I DJASA

Magau Idjasa merupakan Putera Magau  Jodjo kodi Toma I Siema yang memerintah Kagaua Paloe dikisaran waktu 1888-1906,dalam beberapa sumber silsilah baik Stamboom 1927  atau silsilah Siralangi yang disimpan keluarga Nasaruddin Pakedo terdapat perbedaan dengan Buku “Silsilah Kita Santina  susunan  Moh Noor Lembah tahun 1985,pada Silsilah stamboom magaoe Paloe 1927 menyebutkan  Ibu dari idjasa merupakan anak dari Magau Paloe  ke-4 Djalalembah  bernama I Bida [ meluruskan  data pada  Silsilah kita santina yang menyebutkan  ibu beliau adalah  Bidarawasia , sejatinya Bida berbeda dengan Bidarawasia ,Bida  dan Bidarawasia adalah saudara sepupu satukali,Bidarawasia adalah anak dari Lapatau yang merupakan  saudara kandung Radjamaili, Bidarawasia adalah ibu dari  I Risa /anak dari Musu Djalalembah,karenanya Radja Maili bergelar/alias  Mangge Risa] .

Idjasa  diangkat secara adat  sebagai  Magau sementara untuk menggantikan Kakaknya Magau Parampasi  yang mangkat ditahun 1918 bulan Desember, dalam data stamboom 1927 beliau dinyatakan sebagai Magau Kagaua Paloe  yang disebut sebagai Magau Waarnemend [ Magau sementara ] hingga diangkatnya Ponakan  beliau, Djanggola sebagai Magau Paloe [ Anak dari kakaknya La pariusi,Madika Malolo saat pemerintahan Magau Jodjo Kodi ] tanggal  15 juli 1921,diwujudkan dalam   Verklaring [surat perjanjian]  No 30  tanggal 29 Oktober 1921 ,jadi boleh dikatakan  Magau Idjasa berkuasa dalam kurun waktu yang sangat singkat yaitu tahun 1918-1921.

Magau Idjasa dalam Buku Silsilah kita Santina  halaman 43,memiliki 2 orang istri, Istri pertama beliau merupakan anak dari Magau Paloe ,Radjamaili yang bernama  Mpero dari  istri pertamanya beliau dikaruniai seorang anak yang bernama Tjatjo Idjasa yang kemudian diangkat secara adat menjadi Madika Malolo  dalam Kagaua Paloe saat pemerintahan Magau Djanggola,dan selanjutnya menggantikan Magau Djanggola menjadi Magau tahun 1949 setelah mangkatnya Magau sekaligus sepupunya Djanggola di Tahun 1946. Istri kedua  Idjasa bernama Nduya  dan dikaruniai 12 orang anak.

Dalam sejarah Magau Idjasa adalah orang yang sempat merasakan secara lagsung beberapa Magau dalam memerintah mulai dari  Ayahnya Jodjokodi,kakaknya Parampasi kemudian pemerintahan beliau,dilanjutkan keponakanya Djanggola bahkan saat anaknya Magau Tjatjo Idjasa yang bergelar “Madika Bulu Bambara” memerintah beliau masih merasakan karena  menurut data yang ada, beliau mangkat ditahun 1953, ha; ini yang diperkuat dengan  foto dokumentasi   pelantikan Magau Tjatjo idjasa tahun 1949 yang masih terdapat  ayahnya saat  berfoto bersama di rumah Magau Ri  Sambote [ saat ini telah menjadi Apotek Pancar].