16. Okt, 2016

PUE RUPIA

PUE RUPIA MAGAU PALU YANG TERLUPAKAN

Menelusuri Sejarah Kerajaan di lembah Kaili  seringkali  kita dibuat  bertanya-tanya ,bukan saja mengenai  deskripsi  Sejarah berupa latar  waktu atau kronologis peristiwa,tetapi sejumlah nama-nama Leluhur kita ternyata sangat berhubungan dengan eksistensi  dan simbol-simbol Indonesia sebagai  negara kesatuan.sebutsaja nama Pue Rupia dan nama Pue La garuda  kedua nama tsb saat ini  menjadi nama  mata uang  republik Indonesia yang disebut Rupiah (Rp) dan garuda menjadi lambang negara republik Indonesia disebut sebagai garuda Pancasila,entah  itu kebetulan atau sesuatu yang bersifat A Historis tentunya diperlukan  suatu Riset yang mendalam untuk mencari  benang merahnya,tetapi pada kesempatan ini kami tidak mengangkat topik itu untuk dibicarakan,tetapi akan fokus tentang  siapa sebenarnya sosok PUE RUPIA yang disebut dalam beberapa Tutura pernah menjabat sebagai Magau di kerajaan Palu.

Pue Rupia dalam silsilah Lavegasi bodava  [ Palu Meniti zaman ; Mashudin Masyuda ] atau Pue Nggari adalah anak beliau dari istri pertamanya ,Vua Pinano .Semenjak melakukan Migrasi dari daerah yang disebutkan sebagai MARIMA sebelah timur kelurahan Poboya ,Pue Nggari telah menikah dan membawa anak-anaknya untuk  bermigrasi.dari Marima,kemudian singgah Di Pantosu [ saat ini terletak di kelurahan Poboya ,arah  ke vatu Morangga ] kemudian melanjutkan perjalanan ke valangguni,terus ke daerah pesisir  pantai [lokasi pegaraman.disekitar  sumur "BUVU RASEDE"] dan berakhir di daerah pandapa yang saat ini dikenal sebagai Besusu.

Pict. Silsilah Pue Nggari Yang disimpan Keluarga nasarudin Pakedo Di besusu

Sedikit  Literatur  tentang tinjauan sejarah yang mengangkat tentang Pue Rupia.beliau dikisahkan mempunyai nama julukan Pue Sese dalam buku Inventarisasi P dan K yang berjudul "SEJARAH PERLAWANAN KOLONIALISME  IMPRIALISME DI SULTENG " halaman  25 tahun 1981 menggambarkan  sosok Pue Rupia yang berhasil berdiplomasi dengan Magau Kerajaan Tavaili setelah peristiwa  terbakarnya Kerajaan Palu akibat Invasi kerajaan Tavaili dan Biromaru yang lebih dikenal dengan rante Pandake,peristiwa  tersebut berkesesuaian dengan  isi tutura  Alm.bapak Nasarudin pakedo yang dikisahkan kembali oleh turunannya Amir pakedo, menurut beliau Narasi tsb  juga mendapat  keabsyahan dari pihak banua Oge dalam hal ini Alm.Pua Ratu [ Andi ratu]

Setelah peristiwa tsb di kisahkan dalam tulisan Riset pak Nasarudin Pakedo, diadakan Penyerangan balasan  kepada kerajaanSigi yang kemudian dikenal dengan peristiwa Malasigi ,saat itu pasukan kerajaan Palu dipimpin oleh Irava lemba atau Pue Bongo peristiwa itu juga kemudian yang mempopulerkan sebutan Pajuroro ate kepada  anak Pue Bongo karena berhasil mengalahkan  Raja Sigi selanjutnya  mengambil organ Hati sang magau  sebagai tanda penaklukan.

Dikisahkan  pada saat itu bahwa pue Nggari telah mangkat dan saat itu posisi Magau dalam Kagaua Palu dijabat Pue Rupia sebagai Anak yang dituakan,alhasil setelah penaklukan  kerajaan sigi kemudian  Pue Rupia atau Pue Sese menyerahkan tahta atau kaogea kepada keturunan Pue Bongo,dan selanjutnya beliau dan turunannya menjabat sebagai madika Matua dalam  Kagaua Palu,peristiwa  itu  diicatat dalamlembar  Sejarah kerajaan palu sebagai Peristiwa MAJINGGE TORU yang kemudian menggakhiri jabatan Pue Rupia sebagai Magau untuk diteruskan  oleh Pue Bongo sampai pada turunannya.