22. Okt, 2016

TITIK NOL [ 0 ] KM KOTA PALU

DIMANAKAH TITIK   NOL [ 0 ]  KM KOTA PALU???

[BELAJAR SEJARAH  KOTA PALU DARI SUDUT PANDANG BEBEDA ]

 

Eksistensi suatu kota selalu digambarkan  dengan sebuah simbol  atau monumen  sebagai pertanda titik awal atau sejarah besar  dalam pembangunan kota tsb,pusat atau titik itu biasanya dimaknai sebagai Titik Nol [0] Km . Titik  0 KM suatu Kota  menjadi  dasar dalam menentukan  jarak antara satu daerah  dalam lingkup kota  yang bersangkutan, dalam menentukan  titik 0 suatu kota berarti secara geografis menentukan  pusat titik koordinat  wilayah,sedangkan  secara historys menentukan Titik Nol ,berarti membangun kerangka besar sejarah  kota tsb untuk kemudian  dinarasikan lalu menjadi sesuatu yang bersifat HISTORYCAL MOMENT   dan bukan sebaliknya menjadi sesuatu yang  bersifat A HISTORY.

Belajar dari beberapa Kota  besar di Indonesia  yang berhasil mengangkat Titik o Kilometernya untuk menjadi tujuan wisata unggulan sekaligus menjadi Land Mark dan pada akhirnya berfungsi sebagai  simbol guna  mewariskan  momentum Sejarah  Kota melalui sebuah Museum ,Monumen,Diorama ataupun penanda  sejarah  lainnya  kepada generasi  kedepan .

Kota- kota di indonesia yang berhasil  mengemas sejarah  0 km  kotanya adalah sebagai berikut :

[ Sumber. Kaskus.co.id]


1. Museum Bahari, Titik 0 KM kota Jakarta

Tahukah Anda dimana letak titik nol kilometer DKI Jakarta? Mungkin sebagian orang berfikir Monas, tapi ternyata bukan! Titik nol kilometer Kota Jakarta ada di Museum Bahari.

Berada di Jl Pasar Ikan No 1, Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Museum Bahari awalnya merupakan gudang penyimpanan hasil bumi komoditas VOC. Pada tahun 1977 diresmikan jadi Museum Bahari oleh Gubernur Jakarta saat itu, Ali Sadikin. Bila berkunjung ke Museum Bahari, Anda akan menemukan aneka peralatan bahari yang ada di Indonesia. Bahkan, ada juga perahu kayu yang biasa digunakan bangsa Papua untuk mencari ikan.

2.  Titik 0 Km Kota Bandung

Ada sedikit cerita di balik Titik Nol Bandung. Di masa lalu ketika Belanda masih menguasai sebagian besar wilayah Indonesia , Gubernur Jenderal Belanda , Mr . Herman Willem Daendels memerintahkan pembangunan 1000 km dari jalan utama, termasuk Jalan Pos di London yang kini telah berubah nama menjadi Jl . Asia dan Afrika . Ketika mengunjungi Bandung dan Bupati Bandung Daendels , Wiranatakusumah II ; meresmikan jembatan Cikapundung , kemudian Daendels berbicara dalam bahasa Belanda , " Usahakanlah , jika aku kembali , di sini telah dibangun sebuah kota " . Perkataan Dandels ini konon dilakukan sambil memasukkan tongkat di suatu titik , yang akhirnya disebut sebagai Titik Nol Bandung . Dari sini juga , berkembang gagasan bahwa Titik Nol Bandung adalah titik balik dalam pengembangan Kota Bandung.
Tidak hanya titik 0 hanya monumen yang bisa dikunjungi di Jalan Asia Afrika , wilayah sebelumnya bernama gedung De Grote Postweg dikelilingi oleh kemewahan dan gaya Art Deco bersejarah , seperti Gedung Merdeka Afrika atau Museum Asia Afrika. Lalu ada The Majestic Braga , sebelumnya dikenal sebagai bioskop Asia Afrika Cultural Center digunakan untuk para pembesar zaman Belanda . Dekat monumen tersebut pula , adalah kepala lokomotif asli dari tahun 1900 dan masih kokoh sebagai salah satu ciri khas bangunan kuno dari Bandung

3. Tugu Pahlawan ,titik 0 KM Kota Surabaya

Persis di depan tugu pahlawan di kota surabaya terdapat  tonggak beton yang bertuliskan 0 KM yang berarti kota surabaya bermula dari titik tsb  ,selain  itu tepat di titik tsb  pada tanggal 10 november 1945 merupakan tempat terjadinya peristiwa heroik pertempuran yang melatarbelakangi ditetapkannya  tanggal 10 November sebagai hari pahlawan.

 

4. Kawasan Titik Nol Kilometer, DI Yogyakarta

Di Kota Yogya, Titik Nol Kilometer merupakan kawasan atau titik yang menjadi penentu jarak antar daerah di DI Yogyakarta. Kawasan Titik Nol Kilometer ada di depan Kantor Pos Besar Yogyakarta.

Pada kawasan tsb merupakan kawasan Padat e  dan tujuan wisata yang terhubung dengan beberapa  ruas jalan menuju  istana kepresidenan , Benteng , kawasan  Malioboro  serta kawasan sejarah lainnya.

KOTA PALU

 Kota Palu  memposisikan titik 0 KMnya di Jl.Sultan Hasanuddin , di depan kantor Polisi Militer  [ PM ] yang lebih dikenal dengan istilah Bundaran Pertokoan . Sebagai simbolis titik 0 km tsb dibangunlah sebuah tugu yang sisi bagian atasnya berupa  Globe/Bola Dunia yang diberi  warna  putih dan  di bagian tengah terdapat lingkaran  mengelilingi  bola tsb  , pada bagian bawah atau  pondasi tugu disematkan sejumlah ornamen taiganja  [ perhiasan suku  kaili/suku asli  yang mendiami Kota Palu yang terbuat dari emas,tembaga  atau kuningan yang peruntukannya   digunakan sebagai  lambang kebesaran dalam starat sosial serta alat  pembayaran pada denda adat ].

Sampai saat ini kami belum  menemukan penjelasan arti simbol atau tugu yang menandakan titik 0 km Kota Palu tsb,  hanya saja jika saya boleh berasumsi  mungkin saja  simbol Bola Dunia yang di kelilingi  garis di tengahnya menandakan  bahwa Kota Palu berada di kawasan Khatulistiwa.

SEJARAH

Volo, vatu  Na Palu  [ Bambu  kecil yang tumbuh kerdil di sela-sela batu] bagi masyarakat yang mendiami  kawasan hilir sepadan  sungai Palu,  terdapat cerita yang merekapercayai  bahwa  tumbuhan dengan keunikan  tersebut sebagai cikal bakal penyebutan Kota Palu, dalam beberapa penuturan yang diceritakan secara turun  temurun ,bahwasanya  lokasi   tumbuhnya  “ Volo , vatu na Palu “ adalah di sekitar  sepadan sungai  Palu atau saat ini terletak di dekat jembatan Palu I [ dibagian timur jembatan ] , karenanya sebelum titik Nol KM Kota Palu sekarang berada  ,Posisi awalnya berada di sekitar jembatan Palu  I, Selanjutnya Titik Nol di geser kearah sebelah sepadan sungai atau dekat Pasar Tua yang saat itu menjadi Pusat perekonomian  kota Palu di tahun 1915 saat itu Kota Palu masih dalam wadah Monarki  Kagaua  Palu yang diperintah magau Parampasi, kemudian  seiring  dibangunnya gedung perkantoran,sekolah dan fasilitas Publik .Titik Nol Km  Kota Palu kembali bergeser kearah Timur atau tepatnya di sekitaran taman Nasional  yang posisinya tepat di depan Gedung Juang, pergeseran itu diperkirakan terjadi di awal tahun 1921 atau masa awal pemerintahan Magau Djanggola, dan pada akhirnya titik 0 Km kota palu disematkan  diposisi saat ini, hal tsb dikuatkan dengan adanya bangunan kantor Swapraja,Sekolah Pribumi pertama ,Rumah sakit serta Rumah Kediaman Magau  yang terkenal dengan sebutan  Rumah Magau Ri Sambote [ baca :di seberang ].

 

Pict. Magau Djanggola  berpose bersama keluarga  dan dewan adat Kerajaan Palu di depan  kediaman beliau “ BANUA MAGAU RI SAMBOTE”