17. Nov, 2016

SOEMOER KOELOE

SOEMOER  KOELOE,SUMBER AIR DENGAN BANGUNAN KOLONIAL

Soemoer Koeloe merupakan Sumber mata air yang kiranya pernah menjadi salah satu penyuplai air bersih  bagi penduduk Kota Palu bagian Barat dan sekitarnya,terletak di ketinggian 32 MDPL ( meter dari permukaan laut) Sumur Koeloe  berada dalam wilayah  Kelurahan Donggala Kodi ,Berdasarkan  penuturan  Masyarakat setempat  asal kata  “Koeloe” pada penamaan Soemoer koeloe yaitu banyaknya vegetasi Pohon Koeloe atau  Tanaman  “Sukun yang tumbuh disekitar mata air tersebut, pernyataan tersebut dikuatkan dengan  sejumlah dokumentasi Pihak belanda di tahun 1927-1935 yang menampilkan  kondisi Soemoer Koeloe dengan latar pepohonan Koeloe( Sukun),  dengan fakta  itu  masyarakat setempat menyebut  sumber air yang saat ini berada  di Jalan Pipa Air tersebut sebagai soemoer Koeloe (Sumur Kulu).

Di tahun 1927 sumber mata air Kulu telah diksploitasi oleh Kolonial Belanda untuk  dijadikan Sumber Air  bersih serta dijadikan sebagai area rekreasi  olahraga  air lengkap dengan Infrastruktur Kolam Pemandian ,tercatat bahwa sumber  mata air koeloe mampu  menghasilkan  volume air bersih dengan kapasitas  1 liter perdetik.

Setelah  era Kolonial sumber mata air serta kolam renang yang mememiliki kedalaman  berkisar 2-3 meter ini masih sempat digunakan, kolam renang yang  yang fisiknya memiliki kemiripan dengan  kolam renang “Swim bath “ yang berada di kota  Malang provinsi JawaTimur  yang notabenenya  sama-sama dibuat pihak Kolonial Belanda ,pun pihak  PDAM sebagai pemegang otoritas pengelolaan air minum milik pemerintah  juga sempat mengandalkan sumber air tersebut untuk memenuhi  kebutuhan  masyarakat Kota Palu akan ketersediaan air bersih .

Saat ini kondisi bangunan sumber mata air Koeloe dan eks kolam renang terkesan terabaikan tanpa ada pemeliharaan ,bahkan lokasi tersebut telah dijadikan  lahan kebun oleh masyarakat setempat jika saja pemerintah  memiliki sedikit kepedulian akan sejumlah bangunan Eks Kolonial,tentunya hal tersebut tidak akan terjadi  bahkan dengan Merevitalisasi bangunan tersebut  tidak menutup  kemungkinan akan  menjadi destinasi wisata sejarah  bagi Kota Palu nantinya. (dari berbagai sumber )