16. Des, 2016

Mengapa Patung kuda sebagai Land mark Kota Palu ?????

POSILUMBA JARA [ PACUAN KUDA ] ;Patung kuda sebagai Land mark Kota Palu

Kuda bagi masyarakata Kaili dapat diibaratkan sebagai lambang superioritas  dalam strata sosial, bagi masyarakat kaili Kuda  bukan  hanya   dijadikan sebagai ternak ataupun  penggerak alat teranspotasi darat  bernama “ DOKAR”,Lebih dari itu  Jara [ baca ;Kuda]   dijadikan sebagai hewan kebanggaan, hal ini dikarenakan masyarakat kaili sangat menggemari olahraga Pacuan Kuda atau dalam  penyebutan lokal disebut “POSILUMBA JARA”, ntuk itu tak mengherankan kiranya,oleh Pemerintah Kota Palu dibuatkan Monumen Patung  Kuda tepat di  sisi Selatan   Teluk Palu  yang  saat ini kiranya telah menjadi Land mark Kota Palu.

 memiliki Penduduk yang gemar akan Pacuan Kuda ,tercatat  Kota Palu memiliki beberapa  Lintasan pacuan yang  pada masanya aktif digunakan oleh Masyarakat pecinta  Pacuan kuda guna menyalurkan hobinya.

Lintasan pacuan kuda yang paling tua dan terdokumentasikan keberadaannya adalah lintasan yang terletak di daerah Besusu,saat ini Lokasinya berdekatan dengan lokasi Gedung DPRD tingakat I Provinsi Sulawesi Tengah dan Kantor POLDA SULTENG.

Foto tersebut  diambil sekitar tahun 1930an terlihat jelas infrastruktur lintasan   lengkap dengan Tribun penonton dan  pelaksana Lomba,yang  masih beratap rumbiah. Dengan kemeriahan  dan antusias  masyarakat Palu dalam menonton Pacuan Kuda saat Itu.

Menurut informasi yang ada , setelah lintasan pacuan  yang berada di Besusu terdegradasi,bermunculan beberapa lintasan Pacuan  lainya diantaranya,Lintasan  Tanamodindi [ saat ini telah menjadi Kantor Walikota Palu ] ,Lintasan Tondo,Tavaili,Kawatuna Petobo dan saat ini Lintasan  yang msih aktif  dan merupakan Lintasan resmi PORDASI [Federasi  Olahraga  Berkuda] berada di Desa Bora ,Kabupaten Sigi.

Pict.Lintasan pacuan kuda di Besusu tahun 1930an.

Walaupun animo masyarakat kaili terhadap Kuda saat ini mulai berkurang, dibeberapa wilayah yang berada di Kota Palu seperti Tatanga,Tavanjuka,Valangguni dan Tondo masih terdapat  beberapa pemilik kuda pacuan yang masih rutin mengikuti event pacuan kuda  baik bersifat Lokal bahkan  nasional.