23. Des, 2016

Bulava Mpongeo

Bulava Mpongeo

 Bulava Mpongeo dalam bahasa kaili  Bulava berarti Emas ,sedangkan Mpongeo berarti Mengeong sehingga  bulava Mpongeo diartikan sebagai emas yang mengeong [ bersuara seperti kucing ], dalam beberaa penelusuran setidaknya terdapat 2 versi asal muasal Aurum yang disakralkan tersebut.

sejatinya Bulava Mpongeo adalah sepasang emas   yang digunakan sebagai salah satu kelengkapan adat bila Magau akan melamar ataupun  Membolai vulonggo  dari kerajaan lain karenanya Bulava Mpongeo secara turun temurun disimpan oleh  keluarga pemegang tahta Kemagauan Kerajaan palu.

 Dalam suatu cerita Rakyat yang berkembang di daerah Limboro dan Towale Dikisahkan Bulava Mpongeo adalah berasal dari sebuah telur yang didapatkan oleh Selir-selir  sang Raja   saat mencari udang,tetapi tak dinyana bukannya udang yang mereka dapat tetapi sebutir telur yang  kemudian  pecah dan memisah antara putih telur yang berubah menjadi sebuah Bulu [ baca;Gunung] sedangkan bagian kuningnya berubah menjadi emas yang dapat  merangkak dan mengeluarkan bunyi laksana suara seekor kucing,selanjutnya Emas tersebut sang Raja  menamainya Bulava Mpongeo.

Bagi masyarakat Limboro dan Towale Bulava Mpongeo bukan saja merupakan salah satu perlengkapan adat akan tetapi juga dapat digunakan sebagai sarana penyembuhan atau tolak bala,karena dikisahkan saat terjadi wabah penyakit di Kerajaan  Limboro dan Towale ,Bulava Mpongeo tersebut digunakan sebagai penagkal dengan cara mencucinya di sungai yang mengaliri daerah tersebut.

Sedangkan disisi lain masyarakat Tatanga meyakini Bulava Mpongeo adalah Sepasang emas yang berasal dari daerah tersebut,menurut seorang tokoh adat di Tatanga  bahwasanya kedua emas tersebut bernama “Ntoedi” dan “Sunia”dan ketika terjadi proses perkawinan antara Ngata/Pebolai tatanga dan Siranindi benda sakral tersebut kemudian berpindah ke Tangga Banggo lalu kemudian ke Banua Oge sebagai kedudukan Magau bertahta.

Pict.Bulava Mpongeo Dalam Buku Palu Meniti Zaman .

Sampai saat ini kepopuleran akan misteri Bulava Mpongeo menjadi daya tarik tersendiri untuk diteliti,terlebih lagi keberadaannya juga ikut menjadi misteri karena secara fisik tak dapat diakses untuk khalayak umum kecuali masih memiliki pertalian saudara dengan sang magau atau seizin keluarga tersebut.