4. Jan, 2017

Sirkuit Panggona atau Sirkuit Kalantaro????

Antara Panggona  dan Kalantaro

Tentunya  menjadi sebuah kebanggaan saat  Penamaan sirkuit eks MTQ Jabal Nur dilebeli Sirkuit Panggona,tetapi  ternyata dibalik penamaan tersebut tersirat bahwa  pemahaman  pengetahuan sejarah bagi masyarakat di Kota Palu masih sangat rendah, bukannya tanpa alasan  pernyataan tersebut, pada saat timbulnya pertayaan arti secara harafian Panggona tak ada ulasan yang menguatkan penamaan tersebut, telah menjadi tradisi dalam  Pemerintah Kota Palu  dan sekitarnya menamakan suatu Infrastruktur Publik berdasarkan  lokasi atau  sebutan lokasi tersebut dimasa lampau,sebut  saja Sirkuit Bora atau Stadion Gawalise yang secara geografis  berada di daerah Bora dan Gawalise. Pun hal yang sama tentunyamenjadi latar belakang penamaan Panggona sebagai  nama sirkuit yang  menjadi sirkuit  kebanggaan  para pecinta adu cepat kendaraan di Kota Palu.

Bagaimana penamaan tersebut dilihat dari sudut pandang sejarah wilayahnya?????

Asal Muasal Panggona

 Kiranya Penyebutan Panggona juga sejaman atau lebih tua dengan sebutan Panggovia Untuk daerah pesisir pantai sebelah Barat Muara Sungai Palu saat ini [ Lere],sunguh tercatat bahwa  beberapa daerah  di kota palu dulunya memiliki penyebutan yang  berbeda dengan kondisi eksistingnya  [ saat ini].

Berdasarkan  penuturan Masyarakat yang mendiami Kelurahan Lere , nama Panggona dan Panggovia membumi di abad XVIII sebagai daerah yang berada disekitar wilayah Siranindi [Tangga Banggo] ,Bungi dan Boyantongo [Kampung Baru saat ini],  nama tersebut kemudian terdegradasi dengan adanya penyebutan Kampung Lere dikarenakan banyaknya Vegetasi pantai yang oleh masyarakat Kaili disebut sebagai  Tumbuhan Lere di sepanjang pantai,sejak saat itu  nama Ponggavia dan Panggona hilang dan tergantikan oleh Kampung Lere.

Kalantaro lebih Tua dari Talise

Di dalam peta Kota Palu buatan Departemen Kartografi  Hindia Nedherland di tahun 1946 tertulis daerah Talise yang  wilayahnya  juga dinamai Bali [Talise bali], secara harafiah ,Talise merupakan penamaan pohon oleh orang kaili yang berarti  Pohon Ketapang,memang dahulunya daerah tersebut banyak ditumbuhi tegakan Ketapang [ Talise ], akan tetapi berdasarkan  penuturan tokoh masyarakat Kelurahan Talise, ternyata  dahulunya nama  Talise merupakan penggantian dari nama Kalantaro, sejatinya Kalantaro merupakan bahasa Kaili yang berarti tumbuhan Lantoro. Entah sejak kapan penggantian nama Kalantaro menjadi talise ,beliau tak dapat memastikan,akan tetapi sampai saat ini nama Kalantaro  masih melekat dan menjadi bahagian dari sejarah kelurahan Talise.

Sirkuit Panggona atau Sirkuit Kalantaro????

Jika Kiranya Rujukan kita adalah sejarah wilayah menjadi dasar penamaan sirkuit eks MTQ di sekirataran Bukit Jabal Nur Kelurahan Talise,tentunya nama kalantaro  lebih memiliki Pamor  secara Histori dibandingkan Panggona, hal  itu tentunya  bukanlah sesuatu bahan  untuk menggugat  tetapi menjadi landasan berfikir tuk meletakan Sejarah pada tempatnya,agar kita  tidak dikatakan sebagai generasi yang tak mempunyai sejarah.