9. Jan, 2017

Keris Lacori

Keris  Lacori,Pusaka Kerajaan Moutong yang  Melegenda

Masih  Ingat Tentang kisah keris Empu Gandring ? Keris yang dipesan Khusus oleh Ken Arok untuk membunuh Tunggul Ametung dengan tujuan untuk merebut kekuasaan Tungul Ametung  sekaligus  memperistri permaisuri  Tumapel  ,kendedes yang tak lain adalah isttri Tunggul Ametung.  Legenda Keris Empu Gandring  adalah tuah dari sang empu yang menyebutkan  bahwa siapa saja yang memegang keris buatannya itu akan menjadi Raja  dan akan menemui ajalnya di ujung keris tsb.

Cerita sorang Raja yang menemui ajalnya di  ujung pusakanya sendiri ternyata pernah terjadi di daerah ini,cerita tsb terjadi di kerajaan Moutong.

Bagaimana dengan cerita keris Lacori dari Kerajaan Moutong??

Keris lacori  adalah Pusaka Olingian Moutong yang secara turun temurun diwariskan oleh Raja Moutung kepada turunannya,berdasarkan syair  yang  dipercayai masyarakat Moutong keris lacori adalah keris pusaka yang  merupakan  warisan dari pihak Bapak,sedangkan pusaka warisan dari pihak Ibu bernama pusaka Gerobaris. Seperti  isi syair  dibawah ini

 

 Puang Massu ayahnya Pua Darawati

Bangsawan Mandar yang gagah berani

Pemilik Istana Raja Basar dan Pusaka Lacori

Perompak Tobelo Mangindano diusir lari

 

Pua Lara ibunya Pua Darawati

Keturunan dari Arajang Pataikaci

Cantik menawan laksana bidadari

Pemilik pusaka Gerobaris yang sakti

 

Cerita melegendanya Pusaka Lacori  dimulai saat raja Moutong Bergelar  Pua Darawati yang lebih membumi dengan nama Tombolotutu mengobarkan Perlawanan terhadap Kolonial Hindia Nedherland  tahun 1898-1904, Sebagai Raja kerajaan Moutong yang ke-4  Pua Darawati [Tombolotutu] dikenal getol menentang segala keinginan Kolonial Hindia Nedherland yang mereka tuangkan dalam Sejumlah Kontrak kerjasama baik dalam bentuk Kortevoklaring ataupun Long Kontrak,yang intinya inngin menguasai keolongian Moutong secara menyeluruh.

 

Dalam perlawanannya Tombolotutu rela meninggalkan istananya  Raja basar di Lobu ,beliau mengobarkan perlawanan secara bergerilya dikurunn 1898-1904, Dalam Cerita yang ada tak sekalipun Tombolotutu meninggalkan pusaka keris Lacori disetiap langkahnya pun saat beliau menyingir ke walean lalu kembali ke sauh Bolano bahkan sampai ke daerah disekitar Pantoloa Kerajaan Banawa [ yanag menjadi dasar penangkapan raja banawa La makagilli,karena dituduh  melindungi pelarian Tombolotutu]. Lacori tak pernah lepas dari Tubuhnya.

 

Klimaks legenda keris Pusaka Lacori ketika Dikisahkan Pasukan Tombolotutu yang batal menuju Toribulu dan mengalihkan rutenya menuju ke arah Kasimbar dipotong pasukan Marsose di pegunungan Ujulari Desa Donggulu,Pasukan Marsose belanda mengeluarkan acaman akan membumihanguskan Desa Donggulu dan membunuh seluruh penduduk jika Tombolotutu masih melakukan perlawanan,

 Mendengar ancaman itu Pua Darawati semakin tertekan karena telah mempertaruhkan keselamatan Mertua serta penduduk desa Donggulu dan Toribulu,akan tetapi di lain pihak ia tak rela jika Hindia Nedherland menguasai Kerajaannya, maka dengan jiwa kesatria ia memutuskan untuk tidak menyerah dalam keadaan hidup kepada Pasukan Marsose.

 Tombolotutu memerintahkan Panglima Perang kepercayaannya untuk menancapkan Pusaka Keris Lacori tubuhnya ,karena diyakini tak ada senjata yang mampu menembus kulitnya ( kebal) selain pusaka tersebut, tusukan Lacori menembus badan dan membuat tubuh Tombolotutu tertumbuk pada sebuah batu besar yang mengakibatkan patahnya ujung keris Lacori.

akhir legenda Pusaka  Lacori diikuti jatuhnya Kerajaan Moutong Kedalam Kekuasaan Kolonial Hindia Nedherland.