24. Jan, 2017

Tugu INKINDO dan Sou Nu Gusu

Sejarah Baru  Vs Sejarah Lama

Saat ini Pemkot Palu sedang  giat-giatnya membangun infrastruktur yang   kiranya dapat dijadikan landmark Kota, Mulai dari  Taman,Anjungan sampai Tugu dibuat guna memenuhi hasrat Walikota terpilih 2016-2021 yang  bervisi menjadikan Kota Palu sebagai “ Kota Jasa, Berbudaya dan Beradat dilandasi Iman dan Taqwa”,tentunya pembangunan tersebut diikuti dengan penamaan-penamaan yang dapat menggambarkan identitas kaili sebagai representatif masyarakat asli yang mendiami  Lembah Palu.

Dalam kenyataannya  penamaan sejumlah   infrastruktur yang dibuat  terkesan jauh dari visi dam misi sang Walikota sebut saja tugu INKINDO yang terletak di Jl.Cumi-cumi kelurahan Lere Kecamatan Palu Barat,sebagai kawasan yang nantinya diperuntukan sebagai kawasan wisata tradisional ,Pelebelan Tugu dengan konsep Bola Dunia yang  berada di bawah lingkaran tersebut seakan  membenamkan  Situs cagar Budaya Sou Nu Gusu [ Rumah karang ]yang letaknya hanya 100 meter dari Monumen itu,padahal berdasarkan sejarah wilayah Sou Nu Gusu yang oleh masyarakat Pesisir Kampung Lere selalu  dilekatkan dengan  cerita yang menggambarkan perjanjian oleh sang penguasa Lembah Palu dengan penghuni lautan Teluk Palu agar  kiranya air laut tak melewati Gusu/karang yang dijadikan simbol batas  tersebut.

Entah Pemerintah lebih tertarik untuk membuat sejarah baru melalui Monumen yang dinamai Bundaran Inkindo  lalu melupakan kearifan lokal masyarakat pesisir Kampung Lere dengan cerita Sou Nu Gusunya,tetapi paling tidak Pemerintah Kota Palu seharusnya  memiliki etiket baik dengan memberi  dasar hukum bagi pengakuan Simbol Sejarah Sou Nu Gusu untuk dijadikan Salah Satu cagar Budaya Kota palu,sebagai  bukti kongkrit pelaksanaan Visi –Misi walikota palu 2016-2021.

Songgo Mpoasi