2. Mar, 2017

To Tavaili adalah To Pajapi ??

Benarkah To Tavaili adalah To Payapi,yang berasal dari Utara lembah Napu??

Saat kita membaca Buku silsilah  tahun 1985 yang disusun oleh Bpk  Moh. Noor Lembah bertajuk “Silsilah Kita Santina” pada  halaman  51, dituliskan bahwasanya Nama Tavaili berasal dari  kata Tava dan Kaili,beliau kisahkan  Tava  yang berarti memberi Tanda [No’Tavaa]  ,sedangkan kata Kaili merupakan jenis pohon besar dalam penamaan masyarakat lokal, Tavaili merupakan  penggabungan  2 kata tersebut  dengan makna No’Tava kaili,atau memberi tanda pada pohon Kaili.

Lain halnya dengan Padangan tokoh pemerhati Sejarah Tavaili Andi Guma Lembah,dalam  suatu kesempatan beliau mengemukakan  bahwa penamaan Tavaili  berasal dari kata Tava Dan Noili,yang kemudian disatukan menjadi  TAVAILI.

Dari pendapat keduanya terdapat  kesamaan pemahaman mengenai  latar waktu penamaan Tavaili  itu sendiri hingga menjadi  sebutan daerah hunian,keduanya mengamini bahwa dikisaran tahun 1500an atau abad ke XVI itulah awal penyebutan Tavaili, bahkan  Moh. Noor Lembah secara spesifik menuliskan Tahun 1550 sebagai awal penamaan Tavaili , sesuai, tulisannya dalam buku Silsilah Kita Santina,  yang ditandai dengan  pemerintahan Magau/Raja Tavaili pertama bernama Labu lembah bergelar  To Navu jara .

To-Tavaili Adalah To-Payapi

Sangatlah menarik jika  menilisik hasil penelitian W .kauderrn di tahun 1925,dalam Buku berjudul Migrations Of The Toradja In Central Celebes di halaman 27 dengan sub topik To Tawaelia  (To Pajapi), kemudian  di halaman  177,  Kaudern menggambarkan  peta perjalanan perpindahan To Pajapi  hingga mendiami Lokasi  yang saat ini disebut sebagai Tavaili, dalam narasinya beliau  menuliskan ; “Pada bagian Utara Napu ,zaman dahulu terdapat sekelompok orang yang menamakan  diri To-Tawailea atau To Pajapi,karena  terjadi  pertikaian dengan kelompok disekitarnya maka kelompok itu  melakukan migrasi  melewati sebelah Utara danau Lindu melintasi Sigi dan berakhir di Budong-budong,yaitu daerah yang terletak di selatan Donggala,sebagian kelompok itu  berpindah dan menetap di Sausu,Dolago dan Parigi,saat ini lokasi pemukiman suku Pajapi  berada di Utara Kota Palu”,dasar dari penarikan kesimpulan kaudern dalam penelitiannya tersebut  tidak terlepas dari  hasil penelitian Adriani dan A.C.Kruyt yang menyatakan   terbentuknya  masyarakat Toradja Barat  yang disebutnya Suku Kaili dan Toradja Timur  yaitu Suku Pamona, data tersebut kemudian dimuat kembali  oleh H.M. Masyuda dalam bukunya Palu Meniti Zaman Di halaman 96, sebagai  ikhtisar dari apa yang di kemukakan W. Kaudern.

Kesesuaian peristiwa dengan  apa yang dituliskan oleh W.Kaudern terlihat nyata pada    kisah terdamparnya Keluarga Bangsawan  Kerajaan Sausu yang sedang berlayar menuju  Tavaili,dalam  tulisannya “Sekilas Sejarah Lama Karumpa Guma Lembah”, Rasidiq Lamasitudju menggambarkan sebuah kisah Bangsawan  yang bernama Lamakarumpa Guma Lemba yang terhempas gelombang dalam pelayarannya sehingga di kebumikan di  daerah Ampibabo,nama Lamakarumpa  sedianya juga tercantum dalam Silsilah keluarga Kita Santina  Susunan Moh Noor Lembah , tepatnya pada bagian Sislsilah Madika Tavaili, tentunya keterkaitan tersebut  merupakan   sedikit gambaran dengan apa yang dinarasikan Kaudern bahwa To pajapi sebagian  berpindah dan menetap di daerah  Sausu.

Tentunya dari sejumlah pendapat serta hasil penelitian baik  yang dilakoni Adriani,Kruyt dan Kaudern memiliki dasar masing-masing yang  dapat mereka pertanggungjawabkan, akan tetapi Saat ini,  masyarakat yang mendiami wilayah Tavaili  lebih cenderung  mengamini bahwa   Nenek Moyang  mereka merupakan percampuran antara masyarakat asli Tavaili dengan Imigran yang  berasal dari Bagian Selatan Selat Makasar.

Pict.Peta Migrasi  To Pajapi hingga menempati Tavaili [W.Kaudern 1925]