15. Apr, 2017

Explore Valatana

Valatana  : Benteng alam yang juga berfungsi sebagai Perkampungan Tua.

Catatan Penelusuran Tim Explore “Valatana”  jilid1

Berkesempatan Mengunjungi Benteng Valatana (Pagar Tanah) di Desa Bangga, merupakan pengalaman yang langka bagi Tim Explore KHST, betapa tidak,  Desa Bangga yang  dalam sejumlah cerita To ‘ Kaili (Orang kaili) sebagai tempat asalnya  sosok Pue Bongo 2 generasi, ternyata  masih menyimpan banyak kisah sejarah untuk di ungkap.

 Benteng Valatana salah satunya, Benteng alam yang   terletak sekitar 3 Km dari arah Barat  Desa Bangga tersebut,  juga dipercayai sebagai lokasi Kampung Tua yang dihuni oleh leluhur masyarakat Desa Bangga beberapa ratus tahun yang lalu, untuk menuju ke lokasi Benteng, kita harus  berjalan kaki mendaki Bukit sekitar 500 m, sebelumnya dari Desa Bangga, kita bisa  menggunakan kendaraan roda 2 sampai ke seberang  anak Sungai Miu, anak sungai tersebut memiliki  jeram cukup deras dengan karakter batu kali yang  besar da merata di sekitar tepian sungai.

Setalah  menyebrangi anak sungai Miu,  perjalanan akan  disuguhi  dengan kondisi tanah yang terjal  dengan kemiringan 50-60 derajat,  di sekelilingnya dipenuhi tegakan pohon serta beberapa lokasi kebun Coklat milik Warga, sedianya ada 2 jalur untuk menuju lokasi   Benteng valatana, pertama jalur yang langsung melalui  bagian depan site dan satu lagi jalur  memutar ke bagian sisi site Valatana, hanya saja pada jalur sisi barat lokasi valatana tersebut banyak ditumbuhi pohon bambu dan pohon kapuk, secara logis hal ini berarti kedua tumbuhan tsb digunakan sebagai  dinding  yang membatasi sisi  benteng valatana, perkiraan tersebut  didasarkan karena selain berduri, pohon kapuk memiliki  tegakan  yang kokoh, sedangkan tumbuhan bambu memiliki kanopi untuk   menutupi sela-sela pohon Kapuk yang ada.

Sesampaiknya di Benteng Valatana,  jangan membayangkan  bentuk benteng seperti pada umumnya yang terdiri dari bangunan yang kokoh dengan dinding  beton yang tebal, sebaliknya Benteng Valatana merupakan benteng alam yang terbentuk secara alami berdasarkan  kontur tanah yang ada, posisinya yang lebih tinggi dibandingkan sisi lembahnya sehingga menjadikan  valatana sebagai tempat yang tepat untuk mengitai siapa saja yang datang, selain itu sungi yang mengalir tepat pada  akses masuk valatana secara otomatis akan menghambat  gerak pasukan  atau siapa saja yang hendak masuk ke atas Benteng.

Pada sisi timur terdapat  Ngarai-ngarai alami, sedangkan di bagian atas Ngarai, masih kita jumpai susunan bebatuan yang disusun beraturan entah kegunaanya untuk apa ?.

Ditengah area valatana  terdapat beberapa Kuburan Tua, pada beberapa makam telah dibuatkan  Naungan berupa  bangunan bernuansa tradisional disertai warna- warni khas suku Kaili, makam yang telah dinaungi  merupakan makam –makam yang telah teridentifikasi, pengidentifikasian sejumlah makam  yang ada menurut kuncen situs Valabate Bpk . Rais.S.R Lemba, dilakukan melalui prosesi adat serta info dari beberapa turunan sangempunya makam, diantara makam –makam yang telah teridentifikasi tersebut adalah  Makam Pu’e Tiro Lemba beserta istri, Pu’e Sisi Lemba,  Pu’e Soka Lemba bersama istri, serta Makam Pue Pangome Guma.  Sedangkan beberapa makam lainnya masih tampak asli  dan belum dapat teridentifikasi.

Selain makam  di Lokasi Valatana terdapat miniatur Gampiri, yang konon dibuat khusus untuk meletakan beberapa hasil panen masyarakat setempat, sebagai bagian dari prosesi Adat tanah.

Melihat Letak dan kondisi Eksisting  Valatana, Patutlah kiranya dibutuhkan perhatian serius dari Pemerintah setempat untuk menjaga situs tersebut, apalagi menurut informasi yang ada di Valatana  telah dilakukan Eskavasi Ilegal guna mengambil harta yang terpendam dalam makam-makam yang ada, hal ini di kuatkan dengan adanya beberapa lubang galian yang  patut diduga merupakan  lokasi makam.

Bukan rahasia lagi bahwasanya Valatana menjadi incaran para penggila pemburu  Benda Antik, bahkan dalam penelusuran kami salah seorang Tim yang merupakan Turunan dari tokoh-tokoh yang dimakamkan di lokasi tersebut, mengalami kejadian Ghaib, berupa perintah untuk menandai sejumlah tempat yang kiranya dapat ditafsirkan sebagai lokasi dimana benda – benda pusaka tersebut  berada.

Mengenai benda-benda Peninggalan lainnya yang  bersangkut paut dengan Benteng Valatana akan  dituliskan pada jilid selanjutnya.