16. Apr, 2017

Buvu Silamu

Buvu Silamu ( Islam): Sumur bersejarah,  awal penamaan  Desa  Bangga.

Catatan tim KHST , Penulusuran Valatana Jilid 2.

Setelah melakukan penelusuran  ke  situs  Benteng Alam valatana, Tim KHST  “Ekplore valatana/Bangga”  Selanjutnya mengarahkan langkah mengunjungi sebuah sumur  bersejarah yang saat ini di kenal sebagai Buvu silamu (Islam),  Sumur yang Banyak dikunjungi oleh peziarah  Makam Pue Bongo ini, menurut  cerita yang beredar,  air dari buvu Silamu dipercayai  dapat menyembuhkan berbagai penyakit,  karenanya  jangan heran jika  pengunjung sumur ini datang dari berbagai penjuru Sulawesi Tengah, bahkan ada juga  berasal   dari luar Sulawesi Tengah, sebagai salah satu situs  yang erat hubungannya dengan  kisah Pue Bongo, sumur ini dahulunya  tidak dekenal sebagai Sumur Silamu justru nama Silamu baru berikan setelah beberapa Orang turunan Pue Bongo yang bermukim di Palu  berinisiatif  merenovasi makam I Mbalava Lemba Tsb. berjarak sekitar 500 m dari situs Makam Pue  I Mbalava Lemba/ Pue Bongo.  Kondisi sumur Silamu telah mengalami pemugaran, terdiri dari 2  Mata air yang saling  berhubungan, Sumur dengan  diameter sekitar 1 m, berada dibagian atas sedangkan sumur dengan diameter lebih  kecil tepat berada di sebelah bawahnya.

Awal penyebutan Sumur Silamu

Di dalam Tulisannya  yang berjudul  “Sejarah singkat I Mbalava Lemba (Pue Bongo Totua) dan Malasigi  (Pue Bongo Anak)” tahun 2014, pada  Halaman 13, H.B  Sisilemba menuliskan bahwa  Pue Bongo menghabiskan sisa  hidupnya di  tanah kelahirannya yaitu Bangga, turut bersama beliau seorang Murid Dato Karama (Abullah Raqie) yang berasal  dari Melayu-Binjai-padang, beliau bernama Abdul Rauf,  oleh masyarakat Desa Bangga dikenal  dengan nama Makruf,  dengan panggilan  Sahbandara (berdasarkan kedudukannya sebagai seorang Syahbandara), Makam beliau berada  di samping sebelah barat makam Pue Bongo dan istrinya.

Dalam  Proses pengislaman  yang dilakukan Pue Bongo dan Makruf, diawali  dengan cara menuntun  para Muallaf untuk bersyahadat, setelah  penyebutan ikrar syahadat  diucapkan maka , orang-orang yang telah di islamkan akan di mandikan dengan air  yang berasal dari Sumur  silamu tersebut, karenanya  mata Air yang terletak di tengah-tengah areal persawahan tersebut dikenal dengan nama Buvu (Sumur) Silamu (Islam).

Awal penamaan Bangga.

Seperti apa yang telah disebutkan sebelumnya  bahwa pada awalnya Buvu silamu tidak disebutkan sebagai sumur Islam,  menurut  seorang turunan Pue Bongo yang mengantarkan kami  menapak sejumlah situs Pue Bongo yang ada di Bangga, bahwa keberadaan  Sumur Silamu diperkirakan lebih tua dari Pue Bongo itu sendiri,   S.R.S  Lemba mengatakan Buvu Silamu telah diyakini sebagai media  penyembuhan penyakit penduduk Bangga sejak zaman Vumbulangi ( Ibu Irava Lemba), pada awalnya mata air tersebut disebut segabai Buvu Bangga, penamaan itu  didasarkan atas  prosesi pennyembuhan  penyakit  dengan  berendam pada mata air tersebut, dalam dialek kaili Ado ( Dialek kaili yang digunakan Masyarakat Desa bangga) kata Bangga berarti berendam, dari  prosesi tersebut kemudian Bangga berkembang menjadi penamaan wilayah daerah tersebut.

Berjalannya waktu, Buvu Bangga, kemudian dikenal dengan Buvu Silamu  yang mengaitkan proses pengislaman keluarga Pue Bongo di Bangga bersama penduduk Bangga.