5. Jun, 2017

Dato Mangaji

Dato Magaji

Dato Mangaji, adalah  sosok yang berhasil  mengIslamkan Magau Parigi  ke-3 yang bernama Langi Moili ( To Ria Agama)  beliau berkuasa tahun 1579-1602, menurut  data  Dinas Perpustakaan dan Arsip Kab.Parimo nama  asli beliau adalah  Sultan Taha  Abd.Rahman  Raden Fatah Berasal dari Jambi, sedangkan dalam  sejumlah Literatur Sejarah,  Dato Mangaji diyakini memiliki nama Asli Abdurrahman Djaelani  sejatinya beliau adalah  Ulama di abad ke-17, yang  berasal dari Sumatera  dan sempat  singgah di Ternate untuk kemudian meneruskan  Dakwahnya Ke Kerajaan Parigi, Tak heran saat Anak Magau Langi Moili yang bernama Ma’ruf atau Magau Djanggo  berkuasa  1627-1661, pelantikannya dilakukan di Kerajaan Ternate, hal tersebut mengisyaratkan bahwa saat itu antara 2 Kerajaan telah  terjalin  kerjasama, walaupun dalam perkembanganya diketahui bahwa pelantikan Magau Djanggo di  Kerajaan Ternate adalah perintah dari VOC sebagai  bagian dalam strategi pengamanan jalur dagang  perusahaan  Plat merah  milik Hindia Belanda tersebut.

Mengenai  proses kedatangan Dato Mangaji ke Kerajaan parigi, sampai saat ini belum final penelitiannya, masih terdapat beberapa kotroversi cerita khususya mengenai asal,dan tahun kedatangannya, beberapa hipotesa meyakini bahwa beliau adalah salah seorang dari rombongan besar  ulama yang ditugaskan oleh Sultan Iskandar Muda di Aceh pada abad 17 untuk  berdakwah di tanah celebes, beserta beliau adalah  Dato ri bandang, Dato ri Tiro, dato Patimang dan Dato Karama, ada juga hepotesa yang mengatakan beliau datang bersama rombongan Adi cokro, dalam catatan sejarah Adi Cokro diidentifikasi sebagai  sosok peletak  dasar kerajaan Banggawi/Banggai.

Sedangkan Cerita lainnya yang ditransliterasikan Kruijt dan Adriani saat kedatangannya di Palu, bahwa Dato Mangaji adalah Keponakan Dato Karama, yang Ikut pada Rombongan kedua dari Minangkabau menuju Palu, beserta keturunan Pue Nggari yang sebelumnya ikut Dato karama ( Abdullah Raqie) kembali Ke Minangkabau.

Alb.C.Kruijt  dan  N. Adriani menuliskan dalam Bukunya De Bare’e  Sprekende Toradja’s Van Midden Celebes  tahun 1912, bahwa bukan hal yang mudah bagi Datok mangaji dalam  menyebarkan Islam Di kerajaan Parigi, Kondisi Masyarakat Parigi yang Keras, gemar berperang  serta lebih condong pada kepercayaan Tradisi, hal itu diperparah dengan adanya  penolakan dari  saudara lelaki Langi Moili yang mengakibatkan  keduanya terlibat konflik keluarga,  sehingga memaksa Langi Moili untuk membangun benteng di tepian sungai, yang sekelilingnya  dibuat  dinding tinggi terbuat dari susunan batu kali yang saat ini dikenal dengan nama Parigi Mpu’u ( Parigi sebenar-benarnya),  konon daerah itu dibuat dan didoakan oleh dato Mangaji agar  terhindar dari serangan saudara Langi Moili yang menolak untuk diIslamkan.

Ternyata Doa dari sang Datok sangat Mustajab, terbukti dalam keberadaannya  keluarga Langi Moili aman menetap di Parigi mpu’u dan bertahan dari serangan saudaranya, sampai beberapa generasi. dan di tempat itu pula kemudian dibangun sebuah bangunan Istana kerajaan Parigi yang terkenal sebagai Kataba Parigi Mpu’u.  Yang Saat ini di sekitanya terdapat Makam Langi moili beserta Jaoa Bokinya/ permaisuri, Magau Djanggo serta Makam Datok Mangaji, kiranya tiga Tokoh tersebut adalah sosok yang berperan dalam penyebaran ajaran Islam di wilayah Parigi dan sekitarnya.

Pict. Nisan makam Datok Magaji di Parigi Mpu'u