22. Jan, 2018

Foto: Loji Parigi, tahun 1937 (sumber: Library Leiden University)

Loge: Muasal nama Loji di Sulawesi Tengah.

Dalam Kamus besar Bahasa indonesia (http://kbbi.web.id/) kata Loji bermakna: 1.  gedung besar; 2.  kantor atau benteng kompeni masa penjajahan Belanda di Indonesia, sejatinya  kata Loji berasal dari kata Loge (Prancis) yang berarti kantor, oleh Orang indonesia kata Loge berubah penyebutan menjadi Loji (Johanes,Olivier.2015;56).

Albert Christian Kruyt dan Nichoulas Adriani  dalam bukunya Van Poso naar Parigi Sigi en Lindoe tahun 1897 menuliskan dalam perjalannya dia mencatat ada 2 Bangunan berupa benteng kecil yang dibangun VOC (Verenigde Oost Indie Compagnie) guna  mengawasi  jalur perdagangan  di Teluk  Tomini, letaknya di Parigi dan Lambunu.

Jejak bangunan  benteng di Parigi saat ini  tidak  lagi ditemukan, yang lestari  hanya lokasi berdirinya  Benteng yang  diberi nama kelurahan Loji letaknya di Kecamatan Parigi, berdasarkan  penelusuran  kami, setidaknya ada dua pendapat yang mengisyaratkan persisnya  Lokasi Loji di Parigi, pendapat pertama  mengatakan bahwa Loji Belanda di Parigi saat ini telah menjadi Rumah Dinas Bupati parigi Moutong, sedangkan  pendapat kedua  mengatakan Loji Belanda di  Parigi letaknya tidak jauh dengan makam Raja Parigi  Toni  Kota, di Lambunu  baik bangunan  pun lokasi  berdirinya  Loji Belanda  tak teridentifikasi keberadaanya.

Selain di dua daerah tersebut, sebutan Loji  juga memory di Lembah Palu, tepatnya di  Kelurahan Kayu Malue, Kecamatan Palu Utara,  Peristiwa yang  terjadi  di hari Sabtu tahun 1888 itu lebih dikenang dengan sebutan Ka’ Gegere Ka Papu  Nu Kayu Malue,  berdasarkan  hasil penulisan Alihzan Marajudo tahun 1959, peristiwa itu  terjadi di Bulan November, tetapi  oleh Daeng Mangesa Datu Palinge beliau menuliskan peristiwa itu terjadi di Bulan Juni 1888,  dari kedua penutur  itu memiliki  kesamaan latar tempat, keduanya  menyebutkan   Loji sebagai tempat  mendaratnya kapal Belanda untuk membumi hanguskan Pertahanan Kayu Malue.

Loji di Kayu Malue adalah daerah antara, yang menghubungkan Tawaeli dan Kayu Malue, pada awalnya terdapat Malige, yaitu  merupakan menara pengintai yang diatasnya terdapat tetabuan untuk memberi isyarat kedatangan pasukan Musuh, sampai saat ini Nama Loji di Kayu Malue dikenang sebagai simbol Perlawanan rakyat  Kayu Malue terhadap Belanda.