25. Jul, 2018

Gerolipu: Pusaka Pemersatu Tiga Kerajaan.

Foto: Wawancara  bersama  ibu Jawari (94 tahun) tentang Legenda Guma gerolipu, di Desa Bora.

Menelusuri   jejak sejarah Kerajaan-Kerajaan di Sulawesi Tengah, maka  kita akan diperdengarkan  cerita-cerita menarik, bukan hanya  tentang  cerita  perang dan kejayaan, tetapi juga cerita persaudaraan serta berbagai pusaka yang disimbolkan sebagai ikatan Kekeluargaan antara kerajaan yang ada.

Jika di Tatanga ada Trisula yang  menjadi Simbol Persaudaraan antara Kerajaan Sigi, Kerajaan Parigi dan wilayah keadatan Tatanga,  di Wilayah Lindu, yang merupakan  Vasaal land  Kerajaan Sigi, terdapat cerita Pusaka berbentuk  Guma (pedang) yang bernama “Gerolipu”.

Gerolipu  sejatinya adalah Pusaka yang menjadi  simbol kekeluargaan antara Kerajaan Sigi, Kerajaan Parigi  dan wilayah keadatan Lindu, olehnya fisik  Pusaka tersebut  dibagi menjadi 3 bagian, dimana bagian  sarung  pedang (Valombo) dipegang oleh Wilayah keadatan Lindu, kemudian Tali pengikat  (Kamba) dipegang oleh Kerajaan Sigi di Bora, sedangkan Bilahnya disimpan oleh Kerajaan Parigi.

Cerita Gerolipu merupakan cerita yang berkembang dikisaran  tahun 1700 akhir, estimasi tahun  merupakan analisa periodesasi, setelah dilakukan penelusuran tutura yang didapatkan  di Desa Bora  Kabupaten Sigi, dari Ibu  Jawari  yang berusia 94 tahun, beliau menuturkan bahwa beliau sempat melihat serta memegang  tali (kamba)  dari guma Gero lipu. “ kami dititikan cerita Gerolipu yang merupakan  muasal dari 3 Orang bersaudara, mereka adalah:  Woki, Raelindu dan Roya Ntolindu“

Cerita  yang sama pun kita dapatkan di Parigi, dimana kala salah seorang  turunan Magau Parigi mencoba menyatukan kembali 3 Bagian Guma Gerolipu, yang waktu itu dilakukan di Kulawi, tetapi setelah peristiwa itu, keberadaan Bilah Gerolipu tak diketahui lagi keberadaanya.

Penelusuran nama-nama yang terucap dari kisah yang dituturkan oleh Ibu Jawari  tak dinyana berkesesuaian dengan silsilah yang tertulis di Kerajaan Parigi,  bila ditarik  benangmerahnya ternyata  nama  Woki adalah istri  dari Magau Parigi ke- 11 Mpuse Lemba (Magau Tedo) yang  bertahta  1792-1821.

Setelah menikah dengan Magau Tedo, Woki kembali menikah dengan Laparata Radjavalo, dari Laparata inilah  yang menurunkan Raelindu dan Roya Nto’lindu, oleh  sumber yang lain mengatakan bahwa sampai saat ini turunan keduanya masih menyebar di  Desa sekitar Danau Lindu khususnya Desa Anca, dari sanalah didapatkan info bahwa ternyata Valombo Gerolipu  telah terbakar bersama Rumah adat yang terbakar  di Lindu beberapa waktu yang lalu, demikian pula cerita yang yang berkembang yang mengatakan bahwa legenda Gerolipu  merupakan Guma yang  dipakai untuk membuka perkampungan di Pulau Bola, Pulau  di tengah Danau Lindu.