22. Des, 2018

Bomba Talu: Kisah Migrasi Pue Nggari dari Buvu Rasede ke Besusu.

Foto: Buvu (Sumur) Rasede, setelah Tsunami 28 September 2018.

Sosok Pue Nggari atau Lavegasi Bulava dalam Cerita masyarakat kaili dikenal sebagai peletak dasar Kerajaan Palu. Bergelar Siralangi (Orang  yang berasal dari langit), Pue Nggari ditengarai merupakan Seorang Pangeran yang berasal dari Marima (Rima-rima), sebuah perkampungan tua disebelah Timur Lembah Palu.

Perjalanan Pue Nggari dari daerah asalnya di Marima, melewati sejumlah daerah yaitu: Pantosu (daerah antara Poboya dan Vonggi), Kayulanga (Valangguni) kemudian singgah dan menetap di Pesisir Pantai (lokasi penggaraman).

Di Pesisir pantai, Rombongan Pue Nggari bernama Rasede kemudian  menggali sumur, guna memenuhi kebutuhan air tawar, karena berdasarkan cerita  masyarakat Besusu, di tempat itu  sempat dijadikan  pemukiman oleh Pue Nggari dan Rombongan.

Tak ada cerita pasti, berapa lama  Pue Nggari mendiami Pesisir pantai, tetapi menurut Wahyudin Lawide (Tokoh Adat Besusu); “Setelah dari Lokasi Buvu Rasede, Pue Nggari kemudian membuat Benteng yang di susun dari batu Karang, lokasinya di sekitar Rumah Sakit mata, Patung Kuda”, Beliau melanjutkan “dari situlah asal kata Besusu, yang merupakan Bangunan  yang dibuat dari batu karang yang  Ni’ Susu (Disusun), dahulu  terdapat  juga sumur di lokasi itu, tetapi sekarang sudah  tertimbun”.

Ada beberapa perkiraan bahwa Pue Nggari saat di Pesisir, baik itu di buvu rasede atau di Besusu, sempat diterjang  gelombang tsunami, karena setelah  dari Lokasi  itu, Pue Nggari memindahkan  perkampungan dengan jarak   ratusan meter ke arah Selatan, yang saat ini telah menjadi Kantor Kelurahan Besusu Barat.

 Cerita tentang tsunami di Besusu bukanlah tanpa alasan, karena sebutan gelombang tiga atau Bomba Talu sendiri berkembang dari cerita turun temurun masyarakat Besusu, seperti yang diceritakan oleh Tokoh wanita Besusu, Iriatul Zahra Hasan, atau yang biasa disapa Ibu Ir; “Orang Tua kami menyebut tsunami dengan sebutan Bomba Talu (Ombak Tiga), dahulu di Besusu pernah diterjang Bomba Talu”.

Pernyataan tentang Bomba talu di Besusu kemudian terjawab dengan adanya hasil penelitian LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) yang menyebutkan, adanya  4 lapisan Paleotsunami (tsunami purba) di sekitar Teluk Palu.

 Saat tsunami menerjang Teluk Palu , 28 September 2018,  daerah sekitar makam tidak  terdampak, fakta itu seperti signal bahwa  disana merupakan titik kumpul  yang  aman dari terjangan Bomba talu.